Sifat dan Reaksi Kimia Romantisme Cinta


Banyak fakta dan mitos pengalaman cinta manusia. Sehingga dipertanyakan, kenapa setiap orang mencintai sifat dan reaksi kimia romantisme cinta? Hal ini dikarenakan setiap orang berpikir bahwa cinta adalah emosi, tetapi sebenarnya itu hanyalah mitos.

Cinta penuh gairah memotivasi bagian otak yang dihubungkan dengan antusiasme fokus dan perangsang, seperti makanan dan nafsu seksual, hingga pusat perasaan seperti kesedihan dan kebahagiaan.

Kecenderungan seseorang untuk mempercayai cinta pada pandangan pertama, merupakan mitos tua. Karena pikiran setiap orang begitu jeli untuk menanggapi jenis kelamin berlawanan, mulai dari penampilan, gerak gerik dan kecocokan fisik mereka. Sehingga kaum perempuan lebih banyak prone untuk jatuh cinta lebih mudah daripada lelaki dan ini sedikit berlawanan.

Pemikiran kaum lelaki lebih tajam saat hatinya tertarik, meraba dan dicintai oleh seorang perempuan. Seseorang yang tergila-gila pada lawan jenisnya, sebaiknya beri jeda waktu untuk meredakan rasa cinta yang terlalu berlebihan. Ada mitos yang mengatakan bahwa sering bertemu dengan kekasih akan membuat rasa cinta dan sayang semakin mendalam.

Dua kimia cinta yang dikenal sebagai Dopamine dan norepinephrine, bisa membuahkan hasil kebahagiaan dan getaran-getaran cinta yang dimunculkan oleh pikiran saat pasangan melewatkan musim setelah berpisah.

Cinta memang memiliki kecenderungan menjadi adiktif. Studi menampakkan jika orang memandang gambar mitranya, bahan kimia cinta dopamine dilepaskan dan bagian otak akan terangsang untuk kecanduan.

www.lintasberita.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s